Perkuat Kompetensi Guru dalam Asesmen Pembelajaran Mendalam, Tim PkM UNY Gelar Pelatihan dan Pendampingan di Kabupaten Bantul

Bantul, 22 Juli 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pelatihan dan Pendampingan Asesmen di Sekolah Kabupaten Bantul” pada Rabu (22/7/2026), bertempat di Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi kepala sekolah dan guru dalam memahami, merancang, serta mengimplementasikan asesmen pendidikan yang berkualitas, khususnya dalam mendukung pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pembelajaran di satuan pendidikan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Ketua Tim Pengabdi, Prof. Dr. Ir. Edy Supriyadi, M.Pd. Dalam agenda tersebut, Prof. Edy sekaligus mengawali rangkaian kegiatan yang diarahkan untuk memperkuat pemahaman pendidik mengenai pentingnya asesmen sebagai bagian integral dari proses pembelajaran. Selanjutnya, Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., M.M., menyampaikan materi mengenai arah kebijakan asesmen pendidikan. Dalam paparannya, disajikan gambaran kondisi pendidikan Kabupaten Bantul berdasarkan Rapor Pendidikan, mencakup capaian literasi, numerasi, kualitas pembelajaran, iklim keamanan, kebinekaan, dan inklusivitas satuan pendidikan. Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa capaian kemampuan literasi peserta didik tingkat SD mencapai 86,98 persen, sedangkan SMP mencapai 95,95 persen. Sementara itu, capaian numerasi SD sebesar 80,34 persen dan SMP sebesar 92,78 persen. Gambaran tersebut menjadi salah satu dasar penting dalam mengidentifikasi kebutuhan peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan asesmen di sekolah. Dalam materi tersebut, asesmen pendidikan diposisikan bukan semata-mata sebagai kegiatan pemberian nilai, melainkan sebagai proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk memahami kebutuhan belajar, memantau perkembangan peserta didik, serta menentukan tindak lanjut pembelajaran yang lebih tepat. Sebagai bagian dari penguatan kerja sama kelembagaan, agenda kegiatan juga mencakup penyerahan dokumen Memorandum of Agreement (MoA) dan Implementation Arrangement (IA), serta sesi foto bersama.

Penguatan Konsep Dasar Asesmen Pendidikan
Memasuki sesi inti, Prof. Dr. Ir. Edy Supriyadi, M.Pd. menyampaikan materi mengenai Konsep Dasar Asesmen. Materi ini menjadi landasan bagi peserta untuk memahami kembali peran asesmen dalam pembelajaran, terutama dalam menghasilkan informasi yang akurat mengenai pencapaian kompetensi peserta didik. Pembahasan konsep dasar asesmen mencakup pemahaman mengenai pengukuran, penilaian, dan evaluasi serta pentingnya pengembangan instrumen yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, asesmen yang berkualitas perlu memperhatikan prinsip validitas, reliabilitas, keadilan, serta kebermanfaatan hasil penilaian bagi peningkatan proses dan hasil belajar.
Melalui penguatan konsep tersebut, peserta diarahkan untuk melihat asesmen sebagai sarana diagnosis kebutuhan belajar sekaligus dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif.

Mendorong Transformasi Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam
Sesi berikutnya menghadirkan Dr. Widowati Pusporini, M.Pd., yang menyampaikan materi mengenai Asesmen dalam Pembelajaran Mendalam (Deep Learning).
Dalam paparannya, Pembelajaran Mendalam dijelaskan sebagai pendekatan pendidikan yang menekankan tiga prinsip utama, yaitu berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). Ketiga prinsip tersebut mendorong terciptanya pengalaman belajar yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga pada kemampuan mengaplikasikan dan merefleksikan pembelajaran dalam kehidupan nyata. Pendekatan ini membawa konsekuensi terhadap cara pendidik merancang dan melaksanakan asesmen. Asesmen tidak lagi cukup hanya mengukur kemampuan mengingat atau menghafal informasi, tetapi perlu mampu mengungkap penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan refleksi peserta didik. Materi tersebut juga menekankan pentingnya keseimbangan tiga fungsi asesmen, yaitu assessment of learning, assessment for learning, dan assessment as learning. Ketiganya memiliki peran saling melengkapi dalam mengukur capaian, memberikan umpan balik, serta membangun kemandirian peserta didik dalam mengevaluasi proses belajarnya sendiri.
Selain itu, peserta diperkenalkan pada prinsip perancangan instrumen asesmen yang autentik, kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan. Instrumen yang dikembangkan diharapkan tidak hanya menghasilkan skor, tetapi juga memberikan bukti belajar yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Pendampingan sebagai Upaya Penguatan Implementasi di Sekolah
Tidak berhenti pada penguatan konseptual, program PkM ini juga dirancang mencakup pendampingan asesmen oleh tim akademisi UNY, yaitu Dr. Tafakur, M.Pd., Dr. Ezi Apino, M.Pd., dan Dr. Umi Farisiyah, M.Pd. Pendampingan diarahkan untuk membantu pendidik menerjemahkan konsep asesmen menjadi praktik yang relevan dengan kebutuhan dan karakteristik pembelajaran di sekolah. Penguatan tersebut mencakup kemampuan merumuskan indikator yang terukur, menentukan bukti belajar, mengembangkan instrumen, menyusun rubrik penilaian, dan memanfaatkan hasil asesmen sebagai umpan balik serta dasar perbaikan pembelajaran. Melalui pendekatan pelatihan dan pendampingan, diharapkan peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoretis, tetapi juga semakin siap mengembangkan asesmen yang bermakna dan berorientasi pada perkembangan kompetensi peserta didik.

Memperkuat Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah Daerah
Kegiatan ini menjadi wujud kontribusi nyata Universitas Negeri Yogyakarta dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Kolaborasi antara UNY dan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bantul diharapkan dapat memperkuat kapasitas pendidik serta mendorong pengembangan budaya asesmen yang lebih reflektif, objektif, dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, asesmen diharapkan tidak lagi dipandang sekadar sebagai alat untuk menentukan nilai akhir peserta didik, melainkan sebagai bagian penting dari proses pembelajaran yang membantu guru memahami kebutuhan siswa dan merancang langkah perbaikan yang tepat. Dengan penguatan kompetensi kepala sekolah dan guru, kegiatan PkM ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap terwujudnya pembelajaran yang lebih bermakna, berpusat pada peserta didik, dan selaras dengan tuntutan transformasi pendidikan di Indonesia.